Ke The Hill Sibolangit

Saya bersyukur bekerja di perusahaan ini walau setiap hari disibukkan dengan kejar target, namun sesuai dengan spirit  budaya perusahaan, kesejahteraan anggotanya tetap dijaga, terutama kebutuhan akan piknik. Kalau ada orang stress bisa dipastikan dia kurang piknik. Kalau ada orang lagi banyak pikiran, bisa dipastikan juga dia kurang piknik. Dengan kata lain piknik sudah menjadi kebutuhan seseorang untuk hidup dan bentar lagi harus masuk ke perlindungan HAM.

Terlalu panjang ngalor ngidulnya, jadi beberapa minggu yang lalu saya mengikuti acara Famgath Telkomsel branch PMS walaupun saya masih seorang diri sedih tak berperi. Untungnya saya masih diijinkan mengikuti acara tersebut dengan konsekuensi efek baper ditanggung sendiri. Acaranya 1 malam main main seneng seneng happy happy  di Hotel The Hill Resort. Ini kali pertama saya ke hotel tersebut, dari Siantar sekitar 3 jam via Kabanjahe. Namun dari Medan lebih dekat, mungkin sekitar 1.5 jam perjalanan.

DSC_0008
Suasana The Hill dan Flamingo yang gamau lari

Kesan pertama yang saya rasakan adalah ternyata ini hotel sekaligus tempat piknik. Jika cuma ingin piknik tanpa menginap, boleh saja tapi tentu ada charge-nya. Jika ingin piknik dan menginap, ya kenapa ga boleh, cuma tinggal bayar kamar. Rate kamarnya sekitar 900 ribuan yang standar. Ada apa di sana?

Tempatnya memang luas, elok, dan memesona, ada danau dan burung. Ada burung di kandang dan ada burung di jalanan. Ada pula kanguru albino tapi dikandang ngga dilepas, lompat-lompatnya pun lucu. Untung saya ikut, jadi saya bisa liat kanguru albino yang lagi lompat-lompat. Yang saya lihat binatang-binatang nya ngga ada di kebun binatang Gembira Loka, kebanyakan memang burung dari Indonesia Timur dan Amerika Selatan.

-lanjut baca>

Advertisements

The Maze Runner Trilogy (Resensi)

the maze runner seriesBuat penggemar cerita fantasi pasti tidak asing dengan The Maze Runner series, buku karya James Dashner yang terbit pertama kali tahun 2009 (hasil googling) dan sampai tulisan ini dipublikasikan dua judulnnya sudah diadaptasi ke layar lebar.

Di penghujung tahun 2015 saya akhirnya berkesempatan membaca buku pertama The Maze Runner, berawal dari keisengan untuk membeli buku bacaan untuk naik pesawat Jogja-Medan. Sebelumnya saya lebih tau dulu dari filmnya, baru ngeh kalo ada bukunya pas muncul edisi cover film (sepertinya cukup ngetrend di Indonesia). Ketika pertama melihat trailer film The Maze Runner, saya langsung tertarik dengan ide ceritanya yg orisinil di mana orang terkurung dan harus lari-larian di dalam maze yang seems menakutkan dan tak berujung. Entah gimana ending nya karna filmnya juga nggantung. Namun bukan filmnya yang mau saya bahas, tapi bukunya.

Dalam pendek kata, The Maze Runner Series bercerita tentang Thomas yang kehilangan ingatan mendapati dirinya terjebak dan terkurung di suatu tempat yang asing tanpa jalan keluar kecuali melewati maze yang tajam dan berliku. Sembari mencari jalan keluar dari Maze, dia juga harus berkutat dengan siapa yang menaruh mereka di sana, apakah WICKED itu, apa tujuan mereka, siapakah yang bisa ia percayai, dan siapa dirinya sebenarnya. Namun ternyata, dunia tak seindah yang dibayangkan oleh Thomas.

Continue reading

Ke Pulau Samosir

Danau Toba, siapa yang tidak kenal akan keistemewaan mahakarya ciptaan Tuhan ini. Danau terbesar di Indonesia ini terletak di Sumatra Utara, di kota Prapat (bukan di Medan..hehe, kalo orang luar taunya ini di Medan), sekitar 4 jam perjalanan darat dari kota Medan. Tenang saja, dalam perjalanan ke kota Prapat, kita ga bakal bosan karna bisa singgah di Kota Siantar sekedar untuk ngopi santai di Kok Tong atau beli roti Ganda.

Rasanya ga afdol kalo sudah jauh-jauh mengunjungi Danau Toba namun tak menginjakkan kaki di Pulau Samosir, yups.. pulau yang ada di tengah danau itu. Pulau ini jangan dibayangkan sebagai pulau kecil tak berpenghuni lho.. keliling pulau ini sekitar 2jam kalo naik mobil, bahkan ada bupatinya. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, ada beberapa alternatif jalur menuju Pulau Samosir..

  • Lewat Pelabuhan Ajibata-Tomok.
    Pelabuhan inilah yang paling sering digunakan jika ingin menyeberang ke Pulau Samosir. Di sana terdapat 1 kapal aktif tidak 24 jam yang siap mengangkut sekitar 40 mobil-truk dengan waktu tempuh 1 jam. Pelabuhan ini ada di Kota Prapat, jadi tak heran jika ramai pengunjung.
    Kapal paling pagi dari Prapat adalah jam 9 , namun jika tidak ingin ketinggalan kapal maka sebaiknya mulai mengantri dari 6-7 pagi, terutama di weekend. Jika tidak dapat kapal pagi, maka siap-siap untuk menunggu sampai kapal datang kembali yaitu sekitar jam 12.toba
  • Lewat Pelabuhan Tiga Ras-Simanindo
    Pelabuhan ini juga menyediakan kapal fery bermuatan sekitar belasan mobil untuk menuju ke pelabuhan simanindo samosir. Trip paling pagi nya jam 8.30 dan jarak tempuhnya sekitar 30-45 menit. Pelabuhan ini ada di Tiga Ras, sekitar 1 jam-an dari kota Siantar. Jalannya sempit, jelek, dan berlubang. Namun untuk masuk kapal biasany tidak antri karna tidak banyak juga penggunanya.
  • Lewat Tele (jalur darat)
    Di Pulau Samosir, ada bagian yg menjorok ke pulau sumatra, nah disitu aja jembatannya. Kalo anda mau berwisata, jalur ini tidak recommended karna akan menambah waktu tempuh 5 jam dari kota Prapat. 🙂

Selain membawa mobil pribadi, bisa juga kita ke pulau Samosir naik sepeda motor ato modal kaki aja dari pelabuhan Ajibata atau TigaRas dengan menggunakan kapal penumpang. Tarifnya kalo jalan kaki cuma 8ribu.. cukup murah untuk membawa kita ke Pulau Samosir sekaligus menikmati angin di tengah danau Toba, tenang aja..pasti bikin masuk angin hihi.. 🙂

 

GPTP World Part 2, Kubik Menyerang!

Dari judulnya aja udah sangat menarik layaknya judul film. Nah saya disini mau ngelanjutin sesi sharing tentang GPTP kemarin, Di episode sebelumnya saya dan kawan-kawan seperjuangan GPTP dihujani dengan hal-hal yang menyenangkan sampe perut menngendut. Namun roda yang bergerak pasti ada kalanya di atas ataupun di bawah. Selepas dari main-main di Bandung, mulai beredarlah kabar-kabar liar kemana kami akan dibawa, ada yang bilang kamp tentara, hutan belantara, puncak, diill (dan ide ide liar lainnya). Akhirnya malam itu kami dibawa ke suatu tempat, karna hari sudah gelap dan burung kutilang berbunyi, kami tak tau arah dan tujuan.. Namun semakin lama, jalan yang dilalui semakin kecil dan bernuansa terpencil. Jam 12 malam kami sampai di lokasi tujuan dan ternyata ini lebih parah daripada kamp tentara, ini kamp Kubik!

Kubik yang di episode lalu sempat muncul pernah mengumbar janji bahwa mereka akan bertemu lagi dengan kami di 3-5 tahun lagi, ternyata muncul di depan mata saya saat itu juga. Padahal sempat muncul kelegaan bahwa saya ga akan ketemu Kubik lagi di sisa GPTP ini. Namun saya tetap berpikir positif dan mensugesti diri saya bahwa ini semua hanyalah mimpi yang terasa nyata. Akhirnya setelah pembagian barak selesai, saya mencoba untuk langsung beristirahat. Kebetulan saya satu barak dengan Mas Joko dan Aim yang entah bagaimana caranya sukses menyelundupkan PS3 di hari pertama di kamp kubik ini.

Pagi hari tiba juga, saya mencoba melihat lingkungan sekitar dan benar saja! Kami seakan terkurung di kamp kubik. Tidak ada tanda-tanda jalan akses keluar, terus didukung pula dengan lokasi kamp yang dibatasi oleh jalan terjal. Oke, tetep think positif saja. Sekitar jam 8 pagi kami dikumpulkan di aula penghabisan dan diberi pengarahan tentang aturan-aturan di kamp ini salah satunya adalah pembagian mentor Kubik dan kelompok. Perkenalkan kelompok saya yang paling best-frend banget, teman suka duka selama di kamp Kubik ini.. Inilah mereka..

IMG-20141021-WA0002

Ada Kak Prima yang paling ganas di antara semua cowok di kelompok, Bang Wildan yang kharismatik dan memesona, Aci yang paling sering jadi perhatian, Fandi yang paling perhatian, saya sendiri, Dikka yang terus berjuang walau badai menghadang, dan Ihsan yang mukanya paling serius tapi paling koplak. Oh iya dan mentor kami Kak Fy yang hobi ngasi wejangan di jam 2 pagi.  Selama beberapa hari kami harus menjalankan tantangan demi tantangan yang mengalir tiada henti dan tiada ampun. Namun berkat kerja sama tim dan kedekatan antar anggota kelompok, tantangan tak ubahnya seperti debu yang kena mata, perih bentar tapi langsung ilang.

IMG-20141022-WA0005

Salah satu momen setelah menyelesaikan tantangan “Misi Saya Memungkinkan”

Namun si Kubik ini memang hobi memecah belah kelompok. Kelompok kami yang sebelumnya sudah klop entah karena dasar apa tiba-tiba dirombak. Sisi positifnya adalah kami kedapatan anggota baru walaupun juga kehilangan anggota tim. Perkenalkan juga bang Azil yang diam-diam menghanyutkan dan bro Fahmi yang sunda luar dalam. Bersama mereka terbukti kelompok kami tetap jantan dan kuat. Di kamp kubik ini, makan siang kami dibatasi secara sistem, kadang pake sambal kerupuk doang dan hanya 3 piring untuk disantap bertujuh. Ckckck… Namun dengan kesabaran layaknya perang gerilya di jaman Diponegoro, kami tetap berusaha menuntaskan misi.

IMG-20141026-WA0006

Momen saat misi “Petualangan Telkomsel yang Besar”

-lanjut baca>

GPTP World part 1

Jadi sesuai yang saya posting kemarin, alhamdulillah saya bisa tergabung di program trainee-nya Telkomsel atau kalo orang sini nyebut GPTP (Great People Trainee Program) batch 2. Ada sedikit cerita menarik di balik perjalanan saya mengikuti tes GPTP ini, yaitu pada momen medcheck. Kebetulan saya sama Danang dapet jadwal medcheck di Bandung di jam yang sama, yaitu shift 1. Di antara bagian-bagian tubuh yang dicek ada yang namanya tes urin untuk Napza. Nah disitu rada kejem sih soalnya saya disuru kencing tapi harus ada saksi.. wkwk cemana pulalah. Yang agak membingungkan, kenapa bisa ada orang yang mau jadi saksi puluhan cowok kencing. Mending pake razia aja, dia bawa pipis orang lain apa nggak di kantong. Kalo ngga ada ya silahkan kencing dengan selamat. Akhirnya saya ga bisa kencing dan harus menunggu berjam-jam sampe mulai kebelet. Entah udah berapa liter air putih dingin yang masuk ke perut untuk mentrigger biar bisa kebelet. Bahkan sampe beberapa anak shift 2 udah kelar, saya masih berjuang dengan menumbuhkan rasa kebelet. Tapi berkat itu saya jadi bisa ketemu lebih awal sama anak-anak lain cem cem Dikka and Aci yang dengan sabar nemenin saya ngobrol sampe akhirnya bisa kencing.

Pertengahan September kami semua dari seluruh Indonesia yang terpilih di program ini dikumpulkan jadi satu di satu lokasi, yaitu di Bandung. Beberapa di antara kami memang sudah ada yang saling kenal, terutama yang sekampus..tapi kami mayan deket lah gara-gara group LINE yang diprakasai Teddiber beberapa hari sebelum hari H. Agak ngeri juga sih itu grup soalnya kelewat aktif pisan. Di Bandung semacem ada seremonial wisuda untuk kaka batch 1 dan juga welcoming untuk batch 2. Yang bikin wow adalah ketika prosesi wisuda di mana dibacakan kota penempatannya. Hahaaa.. inilah bentuk kesiapan kerja di Telkomsel, harus bisa ditempatin di seluruh Indonesia. Dari Sumatra sampe Papua ada semua including kota-kota yang “kota itu ada di Indonesia, ya?” 😀 Seketika saya jadi berpikir bakal ditempatin di mana entar.. Di satu sisi pengen kota yang deket sama rumah, di sisi lain pengen cari pengalaman di kota nun jauh di sono.

Selama 5 hari di Bandung kami lebih diajarkan kepada pengenalan budaya yang dimiliki oleh perusahaan dan juga overview masing-masing departemen yang dibawakan langsung oleh direksinya..wow juga kaan.. Selebihnya ada materi materi yang ga kalah wow, sampe ada senam jari dari Kubik haha.. O iya sampe kami juga diajak jalan-jalan ke Grapari sama Loop Station di Bandung. Ga kalah gokil dan sempat menyesal karna baru tau ada tempat se-cool itu di Bandung. Dan ini adalah momen foto foto kegiatan selama di Bandung..sampe ngga keliatan :

1413483317498Bersama Pak EY setelah sesi digital transformation

1413483337586

Ada sesi tugas kelompok juga

1413805860874

Suasana di Bandung Digital Valley

1413792233947_1

Sesi main-main x-box kinect di Grapari yang di Dago Bandung

Yoo..sepertinya segitu dulu cerita dari saya tentang pengalaman di GPTP.. Yang seru disini adalah saya bisa kenalan sama banyak orang baru dan sedikit terkagum tentang bagaimana budaya perusahaan atau culture menjadi faktor yang sangat kuat untuk mempertahankan eksistensi perusahaan. Ciao!

Semangat Cari Kerja!

Manusia akan mengalami beberapa fase-fase kehidupan yang bakal dijalani, terutama semasa hidupnya di dunia.. Bila digaris singkatkan maka fase tersebut adalah bocah-SD-SMP-SMA-Kuliah-Kerja-Nikah-Punya Anak-Punya Cucu. Dan fase-fase tersebut runtut terjadinya karna ga mungkin lulus SMA dulu baru masuk SMP.

Lulus dari kuliah kita akan dihadapkan kepada pilihan-pilihan sulit dengan pertanyaan yang terus menghantui, “habis ini ngapain?” Sebagai sosok yang dewasa artinya kita bebas menentukan pilihan, selama orang tua tidak melarang :D. Dan jika diliat dari kebiasaan anak ITB setelah lulus kalo nggak kerja ya lanjut kuliah. Banyak orang yang merasa senang dengan momen wisuda..tidak salah memang, tapi saat wisuda kemarin saya beneran takut karna planning saya ke depan masih samar layaknya kabut pagi di pegunungan. Saya mau lanjut kuliah tapi juga mau kerja dulu, salah satu alasannya adalah karena ingin lepas dari ketergantungan terhadap orang tua secara finansial, artinya mulai hidup mandiri.

Dan dari situ akhirnya petualangan mencari kerja saya dimulai.. Tidak perlu jauh-jauh, hari-hari setelah wisuda diiringi dengan memantau karir center ITB plus main Dota sama pacaran  di Bandung. Saya termasuk orang yang mementingkan passion, jadi saat itu saya cuma mendaftar perusahaan yang berbau telko saja.

Syukurlah pada saat itu ada lowongan program GPTP batch 2 punya Telkomsel dari rekrutmen kampus. Woa, semangat kemudian muncul karna sejak KP tahun 2013 lalu, saya sudah menetapkan pilihan untuk kerja di operator. Proses seleksi rekrutmen GPTP batch 2 termasuk cepat:

  • Seleksi Administrasi
    Di sini, sepertinya mau alumni teknik,industri, atau IT diambil sesuai kebutuhan perusahaan. TOEFL sepertinya juga ga harus asli, bisa prediksi. Yah, ikutin aja sesuai persyaratan
  • Psikotes
    Lolos seleksi administrasi, kita diundang buat psikotes. Buat yang sering ikutan psikotes sih dah ga asing lagi, kayak psikotes-psikotes pada umumnya.. Bangunan, deret, gambar, sampe tes koran. Waktu tes ini kalo ngga salah pengumuman bakal sebulan kemudian, namun akhirnya sampe 2 bulan kemudian baru ada kabar pengumuman.
  • Wawancara
    Karna saya rekrutmen Bandung, maka wawancara diadakan di WisMul Jakarta. Jadi berangkatlah saya waktu itu sama Danang ke Wismul sehari sebelum wawancara dengan harapan ga bakal telat keesokan harinya. Tapi ternyata keos juga, niat hati mau nginep di Kosan Pak Amat sirna karna kamar penuh. Alhasil kami muter-muter kaya sales door to door nanyain ada kamar pa nggak. Anehnya tiap kosan yang kami datangi full semua sampe di php in pula. Putus asa kami berserah diri dengan sholat Maghrib-Isya di Mesjid jalan Benhil karna memang kaki ini juga sudah lelah melangkah. Setelah berdiskusi cukup alot, menguras pikiran, dan menghabiskan sepiring nasi goreng, akhirnya kami putuskan tuk nginap di hotel, Hotel Amaris di Mampang, haha.. Sebagai mahasiswa pengeluaran hotel ini beyond expectation. Tapi ini semua demi Telkomsel :D. Di hari berikutnya kami jalan kaki ke Wismul dengan pakaian kemeja rapi, celana bahan, sepatu pantofel, dan juga dasi! Fix makin mirip sales door to door yang mau nawarin produk mobil terbaru 2014.
    Oiya soal wawancara juga standar lah pertanyaannya.., sepertinya tiap calon bakal beda isi wawancaranya tergantung bagaimana kita membawa isi wawancara tsb. Awalnya pake bahasa inggris, lama kelamaan pake bahasa Indonesia juga.

Jpeg

Siap wawancara kerjaaaa….. 😀

Dan alhamdulillah perjalan melelahkan kami di Jakarta terbayarkan dengan diterimanya kami di program trainee Telkomsel. Dengan begini, petualangan kami di Telkomsel sudah menunggu..

Akhir kata, mencari kerja itu butuh kesabaran..dan rejeki orang sudah ada yang mengatur..Jadi intinya teruslah berusaha dan selalu berikhtiar memohon yang terbaik kepadaNya. Usaha keras itu tidak akan mengkhianati.

MENGGENGGAM INDONESIA MELALUI PATRIOTISME

 

Menurut KBBI, patriotism merupakan sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah airnya; semangat cinta tanah air. Karakter ini sangat berhubungan erat dengan sifat-sifat mulia seperti integritas, tanggung jawab, loyalitas, dan totalitas. Salah satu masalah negeri Indonesia ini adalah terkikisnya karakter patriotisme, yang menimbulkan dampak negatif bagi bangsa. Hal ini dapat diamati di media massa, dimana banyaknya tenaga professional yang memilih mendukung bangsa lain ketimbang memajukan pertumbuhan bangsa dan Negara Indonesia. Namun tidak sedikit pula contoh-contoh negarawan yang tetap menjunjung tinggi serta berkarya nyata dengan rasa patriotism tinggi, seperti Pak B.J. Habibie.

Tokoh yang sangat melegenda di Indonesia, Bapak Habibie memiliki cita-cita yang sangat besar yaitu memajukan bangsa Indonesia melalui industry penerbangan yang diproduksi oleh bangsa Indonesia. Maka dari itu, Pak Habibie berkeinginan kuat menimba ilmu di Jerman dan bersumpah mengaplikasikan ilmunya di Indonesia. Rasa patriotisme pak Habibie sangat besar kepada Negara dimana beliau tetap menjalankan profesionalisme dalam pekerjaan, yaitu membuat pesawat yang hebat pada masa kejayaannya, meskipun telah banyak Negara lain yang menawarkan beliau untuk bekerja dengan iming-iming yang jauh lebih besar dibanding Indonesia.

Salah satu quote mengenai patriotisme mengatakan bahwa “Ordinary people think about themselves, Extraordinary people think about their Nation”.Hal ini didukung oleh perkataan J.F. Kennedy yaitu “Jangan tanyakan apa yang kamu dapatkan dari Negaramu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan untuk Negaramu”. Kedua quote diatas seharusnya hidup di dalam setiap insan Indonesia yang memiliki potensi luar biasa. Bayangkan apa jadinya bila, 250 Juta Penduduk Indonesia bersatu dengan jiwa patriotisme luar biasa bergerak bersama demi pembangunan Indonesia, tentunya dampak yang positif dapat dicapai hanya dalam waktu yang singkat. Indonesia dengan peringkat pertumbuhan ekonomi di urutan 14 di Dunia saat ini dapat meningkat tidak hanya sesuai prediksi senior citizen, bahkan lebih cepat lagi dari targetnya. Hal inilah yang ingin kita capai bersama demi pembangunan Indonesia Raya.

Tanpa semangat dan daya juang patriotisme, seseorang tentu tidak akan dapat mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh negaranya. hal tersebut dikarenakan tidak adanya rasa kebanggaan sehingga apapun yang terjadi kepada negaranya, orang tersebut tidak memiliki rasa peduli. lebih lanjut lagi, sikap tidak peduli tersebut dapat menghambat pertumbuhan kemajuan negaranya.