Inspirasi dari Tanah Eropa (Resensi)

Pagi itu seperti biasa sebelum berangkat ke kantor saya tengah scroll scroll timeline fesbuk then suddenly a wild post appeared. Hehe..rupanya post dari salah satu teman lama yang promosi buku barunya. Tanpa pikir panjang saya pun ikut preorder sampe lupa bayar. Untunglah ditagih sama penulisnya.

Ga lama, kurang lebih beberapa minggu kemudian, bukunya sudah tiba di meja saya lengkap dengan bonus keychain (thanks ya..). Jadi buku apakah yg saya semangat beli ini? Judulnya “Inspirasi dari Tanah Eropa , kisah dua pemuda muslim yang belajar di Eropa” karya Ahmad Ataka & Ario Muhammad. Membaca judulnya saja langsung membuat saya teringat akan cita cita saya yg belum kesampean, Selfi di budapest. Eh salah, lebih tepatnya kuliah di Eropa.Walau tak pernah saya ungkapkan secara gamblang, tp siapa yang tak mau melanjutkan sekolah di Eropa dan memberi makan burung di taman. Entah kenapa cita cita itu terkikis semenjak masuk dunia karir. Untunglah saya nonton film Rudi Habibie sama baca buku ini.
Sesuai judulnya, buku ini menceritakan kisah-kisah kedua penulis mengarungi dunia yang dibalut dalam cerita sederhana yang inspiratif dan penuh dengan quotes kehidupan. Yang menarik adalah latar kedua penulis ini bukanlah bangsawan berdarah biru -anggap saja rakyat biasa- namun bisa sampai titik di mana keberadaannya “dilihat” oleh dunia. Tentu ini bisa menjadi cerita penyemangat yang bagus bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama. Yang berbeda tentu usaha yang dikeluarkan tiap tiap individu. Di buku ini juga ada kisah menarik bagaimana di balik setiap keberhasilan yang kita peroleh, ada usaha keras yang menyertainya yang mungkin orang lain tak melihatnya.

Saya jadi teringat akan Usain Bolt yang baru dapat 3 gold medal di olympic tahun ini. Dilihat dari perspektif orang banyak tampak dia tanpa kesulitan mencapai garis finis di depan kompetitornya. Orang jadi menilai ini adalah bakat atau turunan atau semacamnya. Namun kuncinya tentu bukan itu. Dalam salah satu videonya, dia menceritakan bagaimana dia berlatih setiap hari sampai melampui batas fisik dan dilakukan secara rutin. Wow.

Back to book, satu lagi yang menarik adalah saya jadi bisa melihat pandangan baru tentang dunia Phd. Saya suka kata penelitian, itu mengingatkan saya akan tugas akhir sewaktu kuliah di mana setiap hari rasanya tidak tenang karna ada sesuatu yang belum terjawab sampai pada level saya tidak tau apa yang sebenarnya saya cari, wkwkw. Membaca buku ini saya suka heran, rupanya ada banyak orang yang hobinya baca paper. Ini cakrawala baru.

Okay jadi pada kesimpulannya tentu buku ini recommended untuk dibaca, terutama untuk generasi pemudi pemuda. Karna sesuai lirik lagu, masa yang akan datang kewajibanmulah, buku ini bisa memberi real inspiration dari pengalaman kedua penulis.

Siantar, 21 Agustus 2016.

Ditulis via hp di saat mati lampu.

Foto by jepretan sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s