Mampir ke TB Silalahi Museum

Siapa yang ga kenal dengan kota Balige, ibukota dari kabupaten Toba Samosir, tempat di mana memandang eloknya Danau Toba sudah menjadi hal yang biasa. Yap, kota ini memang berbatasan langsung dengan Danau Toba, jadi bisa dibayangkan dong luasnya Danau Toba ini.. perjalanan darat dari Prapat sampai Balige selama 2 jam semua berbatasan dengan danau. Selain danau, berbicara tentang Kota Balige tentu mengingatkan kita sama tempat ikoniknya, yaitu pasar tradisional yang berbentuk rumah adat Batak. Selain itu di kota ini bentornya pun juga ikonik, yaitu pake vespa.

Namun sayang sekali saya jalan-jalan ke Balige bukan untuk naik vespa, namun saya sedang cek user experience pelanggan berbumbu mencari pokemon. Berkeliling kota Balige mencari pokestop akhirnya mengantarkan saya ke pintu gerbang TB Silalahi Museum, museum pribadi TB Silalahi sekaligus museum sejarah suku Batak. Karna saya tengok banyak pokestop, akhirnya saya iseng masuk ke museum. Saat melangkah ke pintu masuk yang cukup megah, saya distop tidak diperbolehkan masuk. Rupanya saya masuk lewat pintu keluar.

IMG_20160809_121807
Berpose bersama patung TB Silalahi

Masuk ke dalam museum TB Silalahi, kita langsung disuguhkan  patung Pak Silalahi dengan macan. Saya kurang mengerti korelasinya, namun bisa diduga ini untuk menampilkan kesan garang. Tak lupa saya pun berfoto. Ada juga helikopter mini yang saya cek-cek walau belum pernah naik helikopter, ini helikopter asli. Kesan saya menengok komplek museum ini adalah ternyata besar dan modern arsitekturnya. Saya pun masuk ke bangunan museum pribadi Pak Silalahi. Oiya yang belum tahu tentang TB Silalahi silakan googling, namun sedikit cerita beliau adalah mantan Menpan pada masa pemerintahan Soeharto.

Di dalam museum, kita disuguhkan dengan koleksi barang-barang bersejarah milik TB Silalahi dan rekam jejak karirnya. Yang menarik perhatian saya adalah ternyata beliau juga penulis novel Toba Dream.. saya baru nyadar setelah berkunjung ke museumnya. Saya pun baru tahu juga kalo Toba Dream adalah film adaptasi novel. Mungkin bentar lagi saya mau cari bukunya. Tiket nonton khas XXI nya pun tak lupa dipajang. Mungkin ini tiket premiernya. Yang jelas premiernya bukan di Balige karna di sini belum ada bioskop. Hehe..

IMG_20160809_123815
Selfie di Huta Batak

Lanjut ke bagian museum Huta Batak (Kampung Batak), kita bisa melihat rumah adat (Sopo) orang Batak. Rumah ini asli dipindahkan, sumbangan dari beberapa keluarga di Tobasa. Seperti dapat dilihat, rumahnya model rumah panggung dengan atap yang ikonik lengkap dengan ukiran mirip batiknya. Selfiable tempatnya! Lanjut ke bangunan arsitektur lainnya adalah museum sejarah asal usul suku batak. Saya belum sempat explore lebih jauh tapi di sana ada silsilah keluarga batak yang cukup membuat penasaran.

IMG_20160809_124218
Arsitektur TB Silalahi Museum tampak belakang

Selesai berkeliling museum dan mendapat beberapa pokemon + banyak pokeball (kalo ga salah ada 4 pokestop di kompleks museum..hehe), akhirnya saya cabut karena perut sudah lapar, dan kali ini benar lewat pintu keluar. Rasanya tiket yang hanya Rp 10 ribu per orang ini worthed untuk menikmati sejarah rumah dan budaya suku batak, menengok karir TB Silalahi, dan berselfie santai sambil menikmati Danau Toba. So, let’s visit Balige!

2 thoughts on “Mampir ke TB Silalahi Museum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s