Balada BPK

Baru baru ini di media sosial saya ramai berseliweran berita mengenai FPI (Front Pembela Islam) di Deli Serdang yang berdemo menuntut ditutupnya rumah makan khas tanah Karo yang sudah terkenal ini, yaitu BPK (Babi Panggang Karo). FPI mengklaim dirinya terganggu dengan asap yang ditimbulkan akibat dari perbuatan orang yang memanggang babi. Pada saat berdemo, mereka membawa spanduk yang kurang lebih bertuliskan gini: “Hargai kami umat Muslim”.

Sebagai pendatang baru di Sumatra Utara ini, khususnya Siantar, sudah hampir 2 tahun saya melewati (bukan mampir makan) berbagai macam warung BPK, apalagi daerah tempat kerja saya mayoritas memang penggemar makanan yang satu ini. Ada banyak tipe warung makan BPK, mulai dari sekelas restoran sampe sekedar warung makan yang memasaknya di depan sehingga asapnya tumpah ruah sampe ke jalan. Inilah yang dipermasalahkan oleh FPI. Saya pun juga terganggu dengan asap liar BPK ini, tapi entah kenapa ga kepikiran demo turun ke jalan. Mungkin karna saya ga punya massa. Permasalahannya adalah FPI ini terlalu terburu buru hingga harus turun ke jalan dengan membawa isu yang sudah berbau sara sehingga berpotensi memicu ketidakharmonisan antarumat beragama yang selama ini telah berjalan dengan baik. Perlu diketahu, Deli Serdang selama ini termasuk kota dengan indeks toleransi beragama yang tinggi di Indonesia.

Hmm.. FPI..FPI.. mengapa selalu pilih jalan yang “rusuh”. Dalam Islam, babi memang diharamkan tapi tidak ada ajaran untuk memerangi babi. Kalau haram, ya dihindari. Bahkan menurut saya pemilik rumah makan BPK juga sudah cukup toleran dengan menampilkan tulisan “BPK” di rumah makannya sehingga tidak ada masyarakat muslim yg tersesat makan di sana.

Mengenai polemik asap yang menjalar jalar nakal, berikut sedikit trik serius bin jitu menangkal asap nakal :):

  • Ga usa lewat jalan itu
    Cari jalan alternatif yang tanpa lewat asap nakal.. Biasanya warung BPK ini lokasinya terkonsentrasi juga di beberapak titik poin, tidak sporadis menyebar random di kota.
  • Kalo ga ada jalan lain, kalo naik mobil segera tutup jendela dan nyalakan AC. Kalo jendela sudah tertutup yaudah gausa dibuka. Kalo AC nya mati yauda tahan tahan bentar 5 menit tanpa AC. Kalo naik motor, jarak-jarak 50 meter sebelumnya, tarik nafas dalam-dalam dan tahan sampe lewat asap nakal. Hal ini berlaku juga kalo naik mobil yang jendelanya gabisa ditutup. hehe..
    Kalo pake helm yang ada kaca depannya, bagus dibuka aja supaya asap tidak terkumpul di dalam helm.
  • Jangan berhenti pas di kepulan asap
    Waduh, ingat lek..ini asap BPK bukan sate Madura.. Kalo bisa malah tancap gasz. Tapi kalo anda adalah perenang handal yang sedang berlatih teknik pernapasan.. maka boleh saja sengaja memperlambat laju kendaraan di kepulan asap.
  • Jangan nyari Pokemon di kepulan asap
    Tenang saja, di Medan maupun Siantar belum ada pokemon, jadi mau tahan nafas selama apapun di kepulan asap juga ga akan nemu Pokemon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s