GPTP World Part 2, Kubik Menyerang!

Dari judulnya aja udah sangat menarik layaknya judul film. Nah saya disini mau ngelanjutin sesi sharing tentang GPTP kemarin, Di episode sebelumnya saya dan kawan-kawan seperjuangan GPTP dihujani dengan hal-hal yang menyenangkan sampe perut menngendut. Namun roda yang bergerak pasti ada kalanya di atas ataupun di bawah. Selepas dari main-main di Bandung, mulai beredarlah kabar-kabar liar kemana kami akan dibawa, ada yang bilang kamp tentara, hutan belantara, puncak, diill (dan ide ide liar lainnya). Akhirnya malam itu kami dibawa ke suatu tempat, karna hari sudah gelap dan burung kutilang berbunyi, kami tak tau arah dan tujuan.. Namun semakin lama, jalan yang dilalui semakin kecil dan bernuansa terpencil. Jam 12 malam kami sampai di lokasi tujuan dan ternyata ini lebih parah daripada kamp tentara, ini kamp Kubik!

Kubik yang di episode lalu sempat muncul pernah mengumbar janji bahwa mereka akan bertemu lagi dengan kami di 3-5 tahun lagi, ternyata muncul di depan mata saya saat itu juga. Padahal sempat muncul kelegaan bahwa saya ga akan ketemu Kubik lagi di sisa GPTP ini. Namun saya tetap berpikir positif dan mensugesti diri saya bahwa ini semua hanyalah mimpi yang terasa nyata. Akhirnya setelah pembagian barak selesai, saya mencoba untuk langsung beristirahat. Kebetulan saya satu barak dengan Mas Joko dan Aim yang entah bagaimana caranya sukses menyelundupkan PS3 di hari pertama di kamp kubik ini.

Pagi hari tiba juga, saya mencoba melihat lingkungan sekitar dan benar saja! Kami seakan terkurung di kamp kubik. Tidak ada tanda-tanda jalan akses keluar, terus didukung pula dengan lokasi kamp yang dibatasi oleh jalan terjal. Oke, tetep think positif saja. Sekitar jam 8 pagi kami dikumpulkan di aula penghabisan dan diberi pengarahan tentang aturan-aturan di kamp ini salah satunya adalah pembagian mentor Kubik dan kelompok. Perkenalkan kelompok saya yang paling best-frend banget, teman suka duka selama di kamp Kubik ini.. Inilah mereka..

IMG-20141021-WA0002

Ada Kak Prima yang paling ganas di antara semua cowok di kelompok, Bang Wildan yang kharismatik dan memesona, Aci yang paling sering jadi perhatian, Fandi yang paling perhatian, saya sendiri, Dikka yang terus berjuang walau badai menghadang, dan Ihsan yang mukanya paling serius tapi paling koplak. Oh iya dan mentor kami Kak Fy yang hobi ngasi wejangan di jam 2 pagi.  Selama beberapa hari kami harus menjalankan tantangan demi tantangan yang mengalir tiada henti dan tiada ampun. Namun berkat kerja sama tim dan kedekatan antar anggota kelompok, tantangan tak ubahnya seperti debu yang kena mata, perih bentar tapi langsung ilang.

IMG-20141022-WA0005

Salah satu momen setelah menyelesaikan tantangan “Misi Saya Memungkinkan”

Namun si Kubik ini memang hobi memecah belah kelompok. Kelompok kami yang sebelumnya sudah klop entah karena dasar apa tiba-tiba dirombak. Sisi positifnya adalah kami kedapatan anggota baru walaupun juga kehilangan anggota tim. Perkenalkan juga bang Azil yang diam-diam menghanyutkan dan bro Fahmi yang sunda luar dalam. Bersama mereka terbukti kelompok kami tetap jantan dan kuat. Di kamp kubik ini, makan siang kami dibatasi secara sistem, kadang pake sambal kerupuk doang dan hanya 3 piring untuk disantap bertujuh. Ckckck… Namun dengan kesabaran layaknya perang gerilya di jaman Diponegoro, kami tetap berusaha menuntaskan misi.

IMG-20141026-WA0006

Momen saat misi “Petualangan Telkomsel yang Besar”

Hingga akhirnya sampailah kami pada “Misi Terakhir” yang tagline-nya sesuai dengan tujuan bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan waktu persiapan yang sangat sempit, kami harus berpikir ekstra keras dengan cara apa kami dapat mencerdaskan kehidupan bangsa, hingga akhirnya terciptalah Cijulang Trendi. Apa boleh buat demi cerdasnya kehidupan bangsa, saya harus menjelma jadi pembicara super yang tentunya masih kalah super dibanding Coach Indra Kubik dan Tukul Arwana. Walau gak penting, berikut foto saya..

pembicara bayaran gratis
Jadi pembicara super dengan gratis per 2 jam

Buat saya, tiba-tiba harus menjadi pembicara super, walaupun pesertanya cuma anak SMP, merupakan challenge tersendiri. Kekhawatiran terbesar adalah  saya tidak lucu dan disoraki dan kemudian disuruh pulang. Kan malu..Tapi untungnya saya cukup lucu dan dapat diterima dengan antusias oleh mereka.

IMG-20141021-WA0010

Kerja sampai dini hari demi “Misi Terakhir”

tim

Selfie dengan peserta “Misi Terakhir”

Dengan semua kebersamaan dan kekonyolan yang telah terlewati dan beberapa piring nasi-kerupuk-sambal, tim kami dinobatkan menjadi Tim Terbaik. Wow, bisa juga rupanya. Dan yang terakhir dan terpenting, akhirnya kami benar-benar bisa mengucap salam perpisahan kepada Kubik. Lega rasanya..tapi entah kenapa jingle masuk ke aula penghabisan itu masih terus membayangi.

Untuk tim The Red Warrior , see you on top!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s