Sudah 4 Tahun Ternyata

Perjalanan singkatku di ITB selama 4 taun meninggalkan banyak kenangan.. Sepertinya keberadaanku di ITB tak lebih dari sekedar butiran pasir di pantai selatan Pulau Jawa, tak memberikan pengaruh berarti bagi ITB selain membuang sampah pada tempatnya. Dan sepertinya napak tilas 4 taun perjuanganku di ITB bisa diliat dari blog ini, mengingat blog ini baru dibuat pas mau masuk kuliah dan mayan update juga terutama tingkat satu. Yah walaupun ngga ada postingan tentang keluh kesah selama kuliah di sini..

Jadi inget pertama kali masuk ITB itu hari Seninūüôā jam 7 pagi di GKU Barat lantai 3, fix TPB banget, makul Fisika Dasar kelasnya Pak dosen yang sangat menginspirasi, sebut saja Pak SV. Pakaianku saat itu kemeja garis garis vertikal dengan celana bahan warna hitam. Di hari itu Pak SV lebih bercerita tentang bedanya murid SMA sama mahasiswa, yang sampe tulisan ini dibuat emang ga ada bedanya menurutku. Mahasiswa itu idealis, mahasiswa itu mandiri ngga disuapin.. ah, bullshit… sama aja kok. Dan seperti biasa, di hari itu -yang mana masih dalam euforia maba ITB- aku menjadi¬†korban marketing kakak kakak tingkat yang menyodorkan selebaran pemesanan jaket angkatan, haha..

Dan akhirnya semester 1 berakhir dengan IP yang kemudian menjadi IPK akhir sampe semester 8..haha, ini bukti bahwa percayalah pada pandangan pertama. Di semester 1 aktif ikut kaderisasi unit-unit yang kesemuanya berujung pada kegagalan. Yah aku tertarik pada beberapa unit tapi dipersulit dengan kaderisasi. Di ITB ini kental banget dengan yg namanya kaderisasi..apa apa kaderisasi,,,isinya sama semua..wejangan bullshit¬†dan¬†senior dengan wajah lega “gue udah ngelewatin itu semua”. Impian yang kandas padahal dari tingkat satu aku mau serius belajar tari Bali.. Sebelas dua belas sama beberapa unit media yang aku ikutin, kandas di tengah jalan..¬†Huf, model kaderisasi unit di ITB itu memang merepotkan.

Semester 2 sepertinya menemui beberapa kendala di akademik..kalkulus dapet D tapi tiba tiba diralat jadi C,,cemana pulalah. Kemudian di akhir semester 2 ikutan apa yg dinamakan orang-orang “kaderisasi sesungguhnya di ITB”, diklat PROKM. Tujuanku ikut ini sih gara-gara dulu iri sama taplok yang keren bisa ngasi wejangan ke maba, Dan untunglah aku bisa lolos dari caplok menjadi taplok. Setelah diklat berbulan bulan, tugas sesungguhnya di medan perang adalah cuma seminggu. Selama itu akhirnya aku bisa juga jadi sosok yang memberikan wejangan, dan senang hati ini bisa sharing-sharing tentang seluk beluk ITB ke mahasiswa baru.¬†Dan diklat PROKM ini memang keren, bisa punya banyak kenalan salah satunya.

Lolos dari TPB dengan tidak ada mata kuliah mengulang bisa dibilang suatu prestasi juga meskipun rasanya sedikit menyesal, pasalnya DRE apa boleh dikata dapet D, sedangkan di TPB nilai D ngga bisa diulang di tahun kedua.. huf. Oke masuk ke tahun kedua dengan gagah masuk ke pilihan jurusan pertama, yaitu Teknik Telekomunikasi. Kegagahan itu entah kenapa ditunjukkan dengan menggunakan JAMAL¬†di hari pertama kuliah bersama sobat saya Danang.. yang berujung pada hilang sudah kegagahannya.. Hari-hari di¬†tingkat dua dilewatin dengan rasa pede karna akhirnya punya junior di kampus kecil ini. Dan juniornya juga masih TPB, jadi tambah rasa bangganya..lagi-lagi karena sudah ‘sukses’ melewati fasa tersebut. Di tingkat dua ini aku juga mulai bertemu dengan 39 sahabat telkom yang kelak akan menghiasi hari-hari di ITB.

Selain bertemu dengan sahabat telkom, aku juga memiliki kesempatan untuk mencicipi ospek jurusan alias MBC HME ITB. Jujur waktu pertama mau MBC saya sedikit takut karena menurut sejarah, osjur HME ini terbilang keras. Namun ketakutan saya tidak terbukti justru berubah menjadi kecewa. Karena dalam osjur ini lebih banyak dilakukan sesi in class dan hanya sesekali saja ada kegiatan outdoor. Hal yang paling banyak ditonjolkan pada fase osjur ini adalah diskusi dan diskusi dan diskusi. Karena monoton, maka setalah day 8 dan seterusya kami cenderung kesulitan untuk mencapai kuorum. Dari day 1 hingga day 7 terbilang sangat menyenangkan di mana di day 7 kami akan mengarak para senior selepas wisuda. Namun sisi baik dari osjur ini yang tidak tampak pada jurusan lain adalah.. hmm, tidak ada.

Yah itu mungkin sedikit nostalgia awal-awal berkuliah di ITB.. Sedikit quotes yang muncul selama kuliah di ITB ini,,

Berbuat baiklah pada semua orang

Sifat “berbuat baik pada semua orang” juga udah dipraktekin sama Om Songoku, bahkan dengan musuhnya sekalipun dia tetap memberikan kebaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s