Yang Mengalami TA

Memori indah yang ditulis tentu tak akan lekang oleh waktu. Karena memori tentang effort pengerjaan TA di ITB masih segar diingatan, maka saya akan share pengalaman TA saya yang dimulai pasca penulisan laporan KP. Kegalauan pertama adalah  menentukan dosen pembimbing (selanjutnya disingkat dosbing). Ingatlah dosbing adalah orang yang akan menemani kegalauan TA mu. Yang paling enak adalah ketika dosen-dosen mengeluarkan topiknya sendiri-sendiri untuk pengerjaan TA, jadi kita tinggal galau topik aja. Tapi kalo ternyata ngga ada dosen yang ngeluarin topik TA, maka kita harus pinter-pinter nyesuain topik dengan keahlian bidang dosen penguji kita.

Di ITB sendiri khususnya di Teknik Telekomunikasi ada beberapa tipe dosen pembimbing. Ada dosen yang sangat memperhatikan anak bimbingannya sehingga dari topik sampe jadwal bimbingannya pun sudah diatur. Ada pula dosen yang sulit dihubungi dan jago nge-php-in, tapi ujung-ujungnya kalo dah get along well bakal become frend. Ada juga yang fleksibel dan suka bilang “terserah anda” kalo lagi bimbingan, sampe ada juga dosen yang mau bikinin TA si anak bimbingan, haha..beragam lah!

Masih ingat di benak saya, dosen pertama yang saya hampiri adalah pak hendrawan yang memang beberapa taun belakangan ini punya proyek dvb. Waktu itu sama bapaknya langsung diemailin contoh-contoh TA tentang DVB-T dari angkatan beberapa tahun sebelum saya. Menarik-menarik, tapi ngga ada yang ngerti, hehe. Saya emang ngebet pengen TA tentang DVB, soalnya TV digital di Indonesia sejatinya adalah teknologi yang akan datang, masyarakat belum banyak yang tau dan tentu penelitiannya di Indonesia masih terbatas juga. Dan akhirnya saya putuskan untuk bekerja sama dengan Pak Hendrawan sebagai dosbing.

Setelah beberapa kali melakukan brainstorming ide, saya cukup kesulitan menentukan topik TA, sisi apa yang harus diangkat sehingga topiknya pun masih samar..saat itu masih bulan September, sedangkan bulan Desember baru akan dilakukan sidang TA 1. Akhirnya saya mengambil topik desain penyiaran tv digital di kampus ITB tanpa pemikiran yang matang.. soalnya temen-temen udah pada punya topik..jadi merasakan feel tertinggal, haha…

TA1 dikerjakan lebih banyak dengan studi literatur, baca-baca tentang DVB-T dari paper maupun TA sebelumnya. Progres TA1 paling cuma nyobain sistem penyiaran mini yang pernah dibuat sama kakak senior, itupun saya mendapati bahwa amplifier 1 W nya rusak. Ya tapi cukuplah untuk presentasi TA1. Jadi di TA1 ini memang yang ditekankan adalah mahasiswa mulai mengerti mau buat apa dan langkah ke depannya bagaimana. So, dengan sangat ciamik akhirnya sidang TA1 terlalui dengan progres ala kadarnya. Dan memasuki libur musim dingin , yap, TA tak tersentuh sama sekali..alhasil masuk kuliah semester baru panik dah..haha.

Langkah awal yang saya lakukan adalah menjalin kerjasama dengan Pak Y di LIPI buat pengadaan alat, menurut perhitungan saya, sistem penyiaran DVB-T di ITB harus punya amplifier paling tidak 10 W.. Dan buset, harganya ternyata 15 jutaan, belum sama powernya kalo ga salah..terus gedenya se lemari. Akhirnya saya cari alternatif dengan ngebenerin amplifier 1 W yang ada.. sebulan ngutak atik amplifier (lama amat..) ternyata ampllifiernya kagak rusak -,-‘

Dan jadilah masa-masa kegalauan..yang mana ni udah bulan Maret, topik sebelumnya ngga bisa dipake karna keterbatasan alat dan dana. Namun secercah harapan datang, setelah beberapa kali bimbingan (bahkan saya pernah bilang ke dosbing pengen ganti topik huhu), akhirnya saya dapet ide menggabungkan penyiaran TV digital dengan sistem mobile device yang mana menggunakan sistem operasi Android.

Ide TA ini adalah misalnya lo adalah wartawan, tiba-tiba pas lagi makan siang di kafe ada kasus kebakaran, trus lo mau melakukan siaran langsung tapi Kameramen lo lagi ngga ada. Tentu yang ada di saku celana cuma smartphone. Nah all you need to do adalah dengan menjadikan smartphone tersebut sebagai server tv digital yang akan menagkap video sekaligus mentransmisikannya ke server pusat untuk di broadcast ke seluruh nusantara melalui jaringan DVB. Sounds Pro!

IMG_20140520_090812

Saat mau demo ke dosen pembimbing

Jadi dengan topik baru ini, saya jadi ngutak ngatik bikin server sekaligus software dengan bahasa pemrograman java.. Untung ada temen kos yang jago ngoding, jadinya sedikit terbantukan. Alhamdulillah bulan Maret-April-Mei menjadi bulan paling cetho dan terproduktif dalam pengerjaan TA dain akhirnya bisa ikutan daftar sidang di akhir bulan Mei ^^

Menurut saya hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan TA adalah keseriusan, pantang menyerah, dan mau belajar dari kegagalan. Karena sesungguhnya dalam proses pembuatan TA tidak bisa hanya dalam sekali percobaan langsung jadi. Saya sampe memakan waktu hampir sebulan untuk menentukan codec video cocok untuk sistem DVB-T di perangkat mobile. Intinya adalah coba terus coba sampe kamu bisa, dan jangan lupa pula untuk tetap keep contact dengan dosen pembimbing.

Buat mengakhiri tulisan ini, berikut saya kasi quotes buat memotivasi yang belum ngambil TA :

Setiap yang kuliah di ITB, mau ngga mau, cepat atau lambat pasti mengalami TA..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s