KP di Huawei (3)

Yah, ngga kerasa sudah 2 minggu saya KP di Huawei. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, saya bersama Thoriq ET10, Zaki ET10, Herdito ET10, sama Ajang EL10 tergabung dalam geng BSS sebagai magangers di Huawei. Last Update dari cerita KP di Huawei ini ternyata sudah cukup lama ya, yaitu day 2 dan 3.. Sekarang udah day berapa, dah males ngitungnya..

Banyak hal-hal baru yang terjadi selama 2 minggu KP di Huawei ini. Minggu pertama dijalani sebagai minggu training. Tiap hari isinya materi-materi dari mentor yang harus dilahap habis. Masa-masa training adalah masa yang paling mengawang karena saya masih belum mengerti gambaran riilnya. Baru memasuki minggu kedua ini, mentor kami, Pak S, membagi kami menjadi 2 kubu dengan project yang berbeda.

Herdito dan Ajang tergabung dalam kubu 4G/LTE.. Mereka entahlah, saya sendiri belum bertanya lebih lanjut tentang project mereka. Sedangkan saya, Thoriq, dan Zaki tergabung dalam tim project Telkomsel. Wah ini semacam lucu sih, kemarin saya ngga jadi KP di Telkomsel, sekarang saya KP di Huawei malah tergabung ke tim Telkomsel. Karena sudah gabung ke Telkomsel, kami bertiga pindah kantor nih.. Kami ngga lagi ngantor di BRI II, melainkan di Wisma Mulia. Nah di sana ketemu deh sama anak-anak magangers geng Telkomsel, ada Gini Ojan Risma Ican Panji Adiva.. Jadi Rame lah..

Di proyek Telkomsel ini kami memiliki mentor baru, sebut saja Pak M (ngga mau dipanggil Pak sebenernya), nah Pak M ini ternyata membagi kami bertiga menjadi tiga kubu yg memiliki jobdesk yang berbeda-beda, beda mentor lagi juga.. Thoriq di 2G, saya di 3G, si Zaki di BSC/RNC. Seminggu KP di Wismul ini saya sudah tidak dijejali training-training lagi, melainkan in job training. Jadi di sini saya, Thoriq, ama Zaki udah kerja ngebantuin mentor masing-masing dalam pekerjaannya. Capek sih, kadang bosen, tapi tetep seru soalnya banyak hal baru.. Kaya Thoriq yang hampir aja mematikan BTS..

Karena sekarang KP nya di Wismul, mau ngga mau kami bertiga yang udah ngekos di Benhil harus mengeluarkan cash khusus untuk transportasi. Ada beberapa alternatif.. Hari kedua saya sama Thoriq naik busway dari halte Benhil (hari pertamanya naik mobil Huawei sama Pak M), nyebrang ke halte Semanggi melewati apa yang si Danna sebut jembatan kematian. Memang alay sih. Tapi emang panjang dan seakan ga berujung banget tuh jembatan. Dari halte Semanggi, naik busway 2 shelter sampe shelter Jamsostek. Nah, jalan bentar dan sampailah di Wismul. Total cost: 3500 + keringet pagi-pagi

Hari ketiga si Zaki ngga ngantor di Wismul soalnya ada proyek di Bogor (gile bener), dan kebetulan ternyata si Danna ET10 sama RezaAditya EL10 juga kebagian di proyek TElkomsel meskipun bukan dari departemen BSS. Nah kami berempat nyobain naik taksi. Nyaman sih, ngga panas juga cape..terus kesannya eksekutif muda banget. Total cost: 16000/4 = 4000. Menimbang selisih harga yang tidak terlalu jauh dan juga faktor kenyamanan, kami jadi lebih senang alternatif taksi.

Nah kalo pulang sih enak soalnya ada bus Huawei yang berangkat ke BRI tiap jam 17.50 sama 18.00-an. Total cost: gratis dan nyaman. Atau jika keadaan tidak memungkinkan (baca:ketinggalan bus), bisa pake metromini 640.. Cost: 2000, lumayan lah.. Naik busway lagi juga bisa, tapi tetep harus lewat jembatan kematian..

PhotoGrid_1371120288200Oleh-oleh dari Wisma Mulia

Oke itu sedikit share dari pejuang KP Huawei di menjelang akhir minggu kedua ini.. Terus semangat dan jaga kesehatan!

2 thoughts on “KP di Huawei (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s