Ke Kota Tua

Minggu lalu akhirnya saya kesampean juga dapet kesempatan mengunjungi salah satu tempat yang nilai historisnya cukup tinggi, apalagi kalo bukan kota tua Jakarta.
Lagi-lagi akhir pekan saya manfaatkan, tentunya di sela-sela kesibukan kuliah.
Karna hanya punya waktu sehari aja, saya putuskan untuk berangkat dari Bandung naik travel, meninggalkan kebiasaan lama saya naik argo parahyangan. Lumayan, traffic pagi itu cukup lancar, alhasil jam 8an saya udah sampai di UI salemba.

Sekitar 30 menit, genap sudah saya menunggu kedatangan nindy yang ternyata lagi tugas nensi di senayan,, hmm, asik juga aktivitas si calon dokter ini. Ga perlu nunggu waktu lama, kami memutuskan buat jalan-jalan ke kota tua. Perjalanan cukup singkat dari sana, hanya menggunakan bus way. Tentu saja saya ga hafal arah dan jalan, saya pasrah saja sama nindy, hehe,,

Cuaca Jakarta cukup terik saat itu, ah andai saja ada payung..

Pertama-tama kami melihat sebuah museum yang cukup terlihat cukup megah. Karna ga bayar, kami sempatkan saja untuk masuk museum tersebut yang ternyata adalah museum bank mandiri. Layaknya museum kebanyakan, isi dari museum tersebut ya berkutat seputar sejarah bank, khususnya bank mandiri. Namun sayang, banyak anak smp yang lagi pacaran..ckckck

salah satu kenampakan museum mandiri

Next, kami melanjutkan jalan kaki ke kawasan kota tua yang selama ini saya cuma liat dari tv doank. Wew, ternyata kota tua seramai ini.. Entahlah, mungkin karna sedang akhir pekan dan musim liburan. Layaknya tempat-tempat wisata pada umumnya, banyak sekali pedagang di sepanjang jalan yang menurut saya menghilangkan sisi kemolekan kota tua.

Salah satu tempat yang cukup menarik perhatian saya adalah museum fatahillah, karna itu langsung saja saya caps ke sana🙂. Entrance fee nya kalo ga salah inget 2 rebu. Sebenernya di museum ini dilarang foto-foto, tapi entah kenapa imbauan itu hanya pajangan belaka. Saya pun termasuk orang yang menganggapnya pajangan.

Benda-benda yang dipajang pun beraaneka, mulai dari benda-benda zaman prasejarah, meja-kursi, gerobak mi (entah ni maksudnya apa), becak, terus sampai yang paling mnarik perhatian saya, yaitu prasasti-prasasti kerajaan Tarumanegara.

Lelah muter-muter di dalam museum, kami pun memutuskan untuk makan siang. Eh, tiba-tiba terselib niat untuk jalan-jalan naik sepeda. Oh iya belum cerita, di sana banyak banget bapak-bapak penyedia jasa sewa sepeda. Mulai dari sepeda onthel sampe sepeda aneh. Tak juga lupa ketinggalan, topi khas zaman londo yang turut disewakan sepaket dengan sepeda.

Kami pun tak segan untuk mencobanya, hehe bapaknya baik benget mau motoin kita berdua,,

 Ya saya rasa cukup dulu cerita dari kota tua ini.. tidak menutup kemungkinan saya ingin ke sana lagi.. Yah tak sabar lagi untuk mmenunggu my next trip🙂

3 thoughts on “Ke Kota Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s