RBL : Pembuatan Kapasitor

Research Based Learning -selanjutnya disebut dengan RBL- adalah sebuah agenda per semester dari mata kuliah fisika dasar di tingkat pertama ITB untuk mengimplementasikan apa-apa yang telah dipelajari menjadi sebuah karya nyata.
Setelah pada semester sebelumnya para mahasiswa dipaksa main kapal-kapalan, pada akkhir semester ini para mahasiswa dipaksa bermain dengan kapasitor. Ya, tema RBL semester ini adalah merancang sebuah kapasitor sederhana dengan nilai kapasitansi sebesar-besarnya. Menarik bukan ?

Abstrak
Percobaan ini bertujuan untuk mendesain sebuah kapasitor yang memiliki nilai kapasitansi sebesar-besarnya dengan dimensi kurang dari atau sama dengan 3 cm³. Batasan-batasan yang diberlakukan dalam percobaan ini adalah mahasiswa bebas memilih bahan elektroda dan dielektrik yang digunakan dan batas minimum nilai kapasitansi kapasitor adalah 3.0 nF. Percobaan dilakukan dengan membuat sebuah kapasitor dan diukur kapasitansinya dengan menggunakan RLC meter. Dari pengujian dapat disimpulkan nilai kapasitansi kapasitor beserta konstanta dielektrik dari bahan dielektrik yang digunakan.

Oh iya, satu kelompok RBL terdiri dari 10 mahasiswa. Tentu juga diperlukan kekompakan kelompok sebagai salah satu faktor keberhasilan pembelajaran ini. Berbagai jenis bahan sebagai bahan dielektriknya telah kami coba dan pada akhirnya kami memilih alumunium foil sebagai plat metal dan TiO₂ sebagai bahan dielektrik.

How to make?
Cukup mudah.. sebagaimana yang telah kita ketahui, kapasitor bagaikan sandwich dengan roti tawar sebagai plat metal dan dagingnya sebagai bahan dielektrik. Analogi yang menarik kan?
Pertama-tama, alumunium foil dilapisi mentega untuk merekatkan TiO₂. Kenapa harus mentega? Entahlah, ini ide gila kelompok saya😀. Setelah dilapisi TiO₂, gulung hingga bentuknya menyerupai tabung. Dalam penggulungan, perlu diperhatikan agar alumunium foil tidak bertemu atau bersentuhan.

Pengujian
Kapasitor buatan kami diuji oleh dosen fisika dasar Pak Toto Winata. Pengujian dilakukan di laboratorium fisika dasar dengan alat RLC meter. Setelah 3 kali pengujian, kapasitor kami memiliki kapasitansi sebesar 26 μF. Alhamdulillah jauh lebih besar daripada batas minimum yang sebesar 3nF.
Dalam hitung-hitungan di laporan, kami dapatkan konstanta dielektrik TiO₂ sebesar 109.62 C²/Nm².

2 thoughts on “RBL : Pembuatan Kapasitor

  1. wah, selamat mas bro. harusnya kemarin kita buka toko aluminium foil dan tio2, pasti laku keras. bayangin aja ada berapa kelompok di tpb.haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s