Part I: Lembang & Kelinci

“Experience is the best teacher” Yup, kiralah kalimat itu yang bisa menggambarkan makna perjalanan kali ini. Haha, oke, masih dalam masa-masa akhir libur semesteran, kali ini aku, nindy, dan juga seorang teman, mirna, mengadakan sebuah trip yang tujuan awalnya main ke Lembang.. Namun segala sesuatu tak mesti berjalan as we planned, entah angin atau suasana apa yang akan membawa kami ke sebuah perjalanan yang seumur hidup tak akan kami lupa.. Yang pasti apapun yang akan terjadi, we’ll enjoy it!
Okey, let’s get started..

Jam menunjuk pukul 10 ketika kami mulai berangkat dari kosan mirna. Menggunakan angkot biru caringin-sadang serang kami menuju pertigaan deket pintu utara ITB dan beralih naik angkot ijo cicaheum-ledeng. Oh well, perjalanan tak memakan waktu lama, tak terasa kami sudah melewati UPI, segera kami oper angkot -kali ini bentuknya L300 warna krem- tujuan Lembang. Walah-walah.. bak ada gula ada semut, kami diperebutkan oleh para kernek. Memang jumlah angkot krem ini bejibun amat jumlahnya. Mustahil lah kalo sampe nunggu lebih dari 5 menit.

Jalan mulai berliku dan naik. Tepat di pinggir jalan di sebuah tikungan, terlihat cukup banyak pedagang kelinci memamerkan koleksi kelincinya. Kira-kira kaya gambar di samping inilah suasana lapak pedagang kelinci. Oh iya, karna haus akan keingintahuan akan kelinci, kami bertiga memutuskan turun dari angkot.
Segeralah acara explore the rabbits dimulai. Untung pedagangnya ramah-ramah, mau ditanya-tanyain melulu tentang kelinci, hehe.. Ternyata koleksi kelinci di sini banyak banget, mulai dari yang kecil-kecil yang dijual 15 ribuan sampe yang uda gede banget kaya guguk yang nominalnya mencapai ratusan ribu rupiah.
Kelincinya juga banyak macemnya, aku ga begitu hafal sih kalo masalah gituan, jadi pake gaya bahasa orang awam aja, hehe.. Macemnya ada yang kupingnya pendek, kupingnya turun, bulunya lembut kaya sutra, sama yang mirip kucing angora -setelah bertanya lebih jauh, ternyata memang namanya kelinci angora.

Penasaran kaya gimana aja rupa-rupa kelinci-kelincinya? enjoy these pictures..


nindy sama kelinci….

Akhirnya setelah cukup berpuas diri tanya-tanya soal kelinci, kami undur diri dari si pedagang.. #lega deh si pedagang.. Perjalanan pun dilanjutkan kembali naik angkot krem.

Kejadian menarik apakah yang akan terjadi ?

Apakah angkot tersebut bisa sampai Lembang ?

Bagaimanakah nasib si pedagang kelinci ?

Tunggu di episode posting berikutnya…🙂

10 thoughts on “Part I: Lembang & Kelinci

  1. lama nih lama nih
    part II nyaaaa
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    nanti waktu kamu uda nulis, udah satu tahun kemudian. wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s