Deru Yogyakarta

Well, inilah hari detik-detik terakhir liburan semester pertama,, entah mau seneng apa sedih. Walau dapet libur selama lebih dari sebulan, tapi kalo ngga ada temen mainnya ya sama aja. Ya ini semua gara-gara mayoritas temen-temen di Jogja pada kuliah di ugm yang baru libur pertengahan januari. Toh tak apa, masih banyak sejuta kegiatan yang bisa dilakukan selama liburan ini, salah satunya GAET2011 . Hehe, uda ah refleksi liburannya.. langsung aja mulai ceritanya…

OK, jadi menjelang hari kepulangan ke bandung, aku sempetin take a walk bersama seorang teman, #Mir,mir.. boleh sebut merek ngga?, haha oke, jadi temenku ini namanya mirza FMIPA2010. Tak perlu perkenalan lebih jauh sih, soalnya mirza sering banget manggung di blog ini. Tujuan pertama hari ni ialah cari modem baru buat menyongsong liku kehidupan di semester 2 , namun karna nihil akhirnya kita jalan-jalan ke malioboro #ini ga nyambung banget..

Jadi akhirnya malioboro jadi the next destination. Jalan kaki sepanjang malioboro memang tak pernah meninggalkan sedikitpun rasa penyesalan. Malah cintaku terhadap Jogja semakin mendalam. Melihat kiri kanan sepanjang trotoar, penuh dengan barang-barang antik nan unik. Walau tak ada niat membeli, tapi sekedar melihat-lihat juga tak masalah.

Oh iya, jadi kelupaan kan.. Tujuan kami kemari adalah nyari tas gede buat laptop si mirza. Maklumlah, laptop dia ukurannya di ambang batas kewajaran ukuran laptop jaman sekarang😛 , makanya sulit nyari tasnya. Alhasil, setelah jalan kaki kira-kira hampir mendekati mirota batik, kami menemukan sebuah toko tas yg alhamdulillah sesuai. Wew, untung laptopku 14′ hehe..

Tapi perjalanan belum berakhir.. Layaknya turis lokal yg bawa-bawa tas gede, kami terus jalan ke utara sampai ke stasiun. Ya sekalian lah beli tiket ke bandung besok.. Haha, lengkap deh turis-turisannya. Biar lebih menjiwai , kami sempatkan makan di angkringan deket stasiun..

sebuah angkringan di sudut kota jogja
Ini angkringan tempat kami makan.. biar lebih ‘nuris’ aku foto sekalian..

Wah, sungguh berkesan pelajaran hari ini : Jadi turis di kota sendiri. Malioboro memang memiliki kendala besar dalam hal perparkiran ,khususnya roda 4. Namun Malioboro lebih bisa menjadi daya tarik tersendiri jika dijelajahi dengan berjalan kaki.
Nah, ndai aku bukan orang jogja, mungkin aku akan sering pergi ke Jogja, pakai kereta turun di Tugu, jalan kaki menyusuri Malioboro.. sip lah. What a nice moment.

Jadi terharu nih,, jadi ijinkan saya untuk sedikit bernyanyi…

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu …

(Kla Project – Yogyakarta)

8 thoughts on “Deru Yogyakarta

  1. ojo nyanyi put😀 hahaha

    apik2, mbojo ro mircukz, cinta satu malam di malioboro😀 hahahaha:mrgreen:

    *ketoke komen e ra mutu ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s