Ke Gedebage

Posting ini masih berkaitan dalam suatu hari di mana masih ada nindy di Bandung, saya baru bisa posting sekarang karna koondisi badan beberapa hari yang lalu tampak tidak fit. Alhamdulillah sekarang telah diberi kesehatan. Kesehatan memang merupakan sebuah karunia yang sering kali kita lupakan padahal harus kita syukuri setiap hari. Ok, back to the topic, hhe. Jadi rencana funday kali ini adalah jalan-jalan. Haha, saya yang dicap buta-arah ini tentu ga bisa kasi rekomendasi tempat-tempat menarik di Bandung, karna memang saya tak pernah jalan2 + tentunya juga ngga ngerti jalan kesananya. Beruntunglah kali ini ada mirna yang menemani saya dan nindy jalan2. So, jalan2 dijamin bakal lebih rame dan persentase ilang berkurang haha..

Ok then, setelah berimajinasi ke mana-mana, diputuskan buat jalan-jalan ke gedebage. Kenapa gedebage? Ya soalnya kami bertiga memang belum pernah bertualang sampai sana😀.

Well, how to get there? Ga mungkin kan pake motor, eh motornya sapa..haha. Akhirnya diputuskan (karna memang inilah satu-satunya opsi) buat naik angkot pink yang super imut-imut. Perjalanan yang panjang membelah kota bandung pun dimulai. Lho knapa membelah? Lha jurusan angkotnya aja dago-gedebage, padahal kita berangkat dari dago. Alhasil kami bertiga pun setia nemenin pak sopir yang memang ga ngebut2 amat nyopirnya. Berbagai tipikal penumpang pun telah kami dapati dan pelajari (??). Dari ibu-ibu keluyuran sampai anak-anak sma pake rok mini ada semua. Angkot yang tidak pernah penuh membuat saya bisa leluasa duduk menikmati jalanan yang asing.

Tadaaaa…..!!! Akhirnya kami sampai juga di gedebage setelah menempuh perjalanan selama satu jam. Bagi yang belum tau, ada apa memangnya di gedebage? Gedebage menjadi salah satu tujuan menarik untuk berburu berbagai macam tas, baju, dan sepatu. Walau tampak luar seperti pasar, namun jangan salah..banyak tas branded dijual disini. Tentunya bisa didapatkan harga miring dengan tawar menawar yang canggih.😀

suasana gedebage…

Wah, kalo sudah begini biarlah mereka, mirna & nindy, si kaum hawa yang liat-liat baju lagaknya shopping. Saya observasi lapangan saja haha.. Oh ya, menurut catatan observasi, salah satu kekurangan disini adalah adanya bau tak sedap yang muncul -menurut obseervasi- akibat instalasi pengolahan sampah di gedebage. Dampak yang ditimbulkan adalah hilangnya selera makan di tempat ini (kalo ini observasi subjektif, hehe..).

banyak toko sepatu dengan berbagai varian

Menjelang tengah hari kami putuskan untuk menyudahi jalajah gedebage ini. Akses untuk kembali ke dago pun sangat mudah, kembali kami naik angkot pink yang imut-imut menuju ke arah dago. Perjalanan panjang pun kembali ditempuh, kali ini kami dihadapkan dengan persoalan macet yang tak kunjung usai. Mungkin karna ketika itu adalah jam pulang anak sekolah. Well, walau lelah datang menerpa, namun tentu ini adalah sebuah pengalaman yang berkesan😀.

 

18 thoughts on “Ke Gedebage

  1. Nemu barang bagus ga mas? Dulu aku, Bia, mbak Hemas, sama Sandra kesana cuma liat liat terus langsung balik ke Bandung gara gara ilfil :)) buang waktu sama tenaga banget hahahaha

  2. hem hem…
    aku kesana aja deh kalo mungkin nanti aku pengen, gapapa.
    main sama intan🙂

    kayaknya prefer tanggal 26 deh bee:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s