Memorable Hours

Jumat malam, 22 oktober 2010 menjadi salah satu malam paling berkesan. Ya, untuk pertama kalinya dalam 3 bulan terakhir ini  aku bisa ketemu sama nindy. Senang bercampur-campur rasanya, maklum libur lebaran kemarin kami berdua belum sempat bertemu.
Malam itu dimulai ketika aku mulai meninggalkan kamar kos, menggunakan sebuah angkutan umum menuju cipaganti cihampelas. Di sanalah sekitar 30 menit aku menunggu kedatangannya. Hujan gerimis mengguyur kota Bandung seperti malam-malam sebelumnya, namun tak berlangsung lama.
Pukul 7.30, kurang lebih, sebuah mobil travel merapat. Itulah satu-satunya mobil travel yang merapat sejak 30 menit aku menunggu. Terlintaslah segala bayangan akan wajah nindy yang akan segera turun. Dan benar, dia turun..langkahnya gontai -mungkin terasa lelah merasakan macetnya jakarta-bandung, atau mungkin jenuh duduk cukup lama di travel. Sudah tak sabar, aku segera menghampirinya.. Tak ada selebrasi khusus layaknya pemain sepak bola mencetak gol atau seseorang yang baru saja mendapat nilai 100. Kami hanya bertukar senyum, senyum kelegaan berakhirnya penantian.

Malam tak bertuan yang dingin itu sungguh spesial, seperti rasanya baru kemarin kami jadian. Malam itu juga kami menyusuri jalanan cihampelas, melawan arus kendaraan yang ramai lalu lalang. Dingin memang, tapi tak sedingin dalam penantian. Seperti biasa dan tak akan pernah berubah, dia bercerita tentang segala sesuatu yang terlintas di pikirannya. Tentunya lengkap dengan detil di setiap ide ceritanya. Dan seperti biasa juga aku hanya mendengarkan apa yang bisa aku tangkap, sesekali aku lempar senyum, sebuah tanda aku ingin menyelami ceritanya lebih dalam.

Perut yang lapar karna hawa dingin membuat kami berhenti sejenak di sebuah tenda warung makan di pinggir jalan. Enak sekali rasanya, mungkin karna akhirnya kami bisa makan lagi berdua, sebuah momen yang sudah cukup lama tidak kami rasakan. Tak terlalu lama kami menghabiskan malam di warung makan, malam yang makin larut dan dingin serta ketakutanku akan keberadaan angkot biru membuatku untuk mengajaknya segera bergegas. Ya, tujuan kami malam itu adalah kosan mirna tempat dia akan menginap.

Dibutuhkan paling tidak dua kali angkutan umum untuk menuju kosan mirna. Alhamdulillah kami masih dapat angkutan umum yang mengantarkan kami sampai simpang. Namun sayang, kami tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum kedua. Angkot biru yang kami tunggu-tunggu tak juga kunjung datang. Waktu itu jam masih menunjukkan pukul 9 malam. Terpaksa kami berjalan menyusuri malam dingin itu sekali lagi, oh tidak, berkali-kali pun rasanya tak apa, asalkan masih ada kebersamaan dengannya.

Tulisan ini juga bisa dilihat di http://cintaluv27.blogspot.com dengan perubahan.

12 thoughts on “Memorable Hours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s