Lebaran di Bali

Alhamdulillah.. Kebersamaan di hari lebaran tidak akan pernah sirna, terlebih apabila waktu lebaran digunakan sebagai media untuk berkumpul dengan keluarga besar. Rasanya pasti berbeda dengan hari-hari biasanya yang super sibuk. Oh iya, perkenankan Putu Adhika melalui blog ini mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Mohon maaf lahir dan batin

Suasana lebaran pasti identik dengan lontong opor, ketupat, takbiran di masjid, suara anak-anak takbiran keliling, kue-kue, sampai dapet uang saku. Hehe, sayangnya saya sudah pensiun dari daftar penerima uang saku😦. Namun apa jadinya, bagaimana rasanya kalo lebaran tidak berbumbu seperti itu? Masihkah ada lebaran? Lebaran tahun ini saya cukup senang bisa merasakan pengalaman seperti itu. Ya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga saya memutuskan untuk berkunjung ke Bali sebelum lebaran tiba dan otomatis akan berlebaran disana. Simak terus pengalaman saya..

Jadi sudah menjadi tradisi keluarga saya untuk berkunjung ke Bali menengok sodara setidaknya setahun sekali. Dan momen yang tepat adalah libur pascalebaran, hitung-hitung sakalian mudik + plesir🙂. Nah, bedanya untuk tahun ini berangkatnya sebelum lebaran tiba.. Tepatnya tanggal 8 bersama keluarga, saya sudah leaving for Bali menggunakan kendaraan pribadi. Sudah bukan barang langka menempuh jogja-bali menggunakan mobil pribadi. Yah setidaknya tahun ini saya sudah cukup capable buat jadi supir pengganti. Tidak disangka ternyata perjalanan terasa lancar tanpa rintangan kemacetan seperti yang di tivi-tivi itu. Bahkan sampai daerah Jombang yang selalu macet saat mudik lebaran justru sangat lancar. Mungkin karena ini waktu yang nanggung untuk melakukan perjalanan mudik atau kami yang melawan arus karna jarang ada yang mudik ke Bali kecuali orang mau plesir🙂.

Jam 8 malem wib kami melakukan penyeberangan selat bali. Seperti biasa, ombak di malam hari sangat ganas. Cukup tangguh untuk membuat kapal bergoyang-goyang. Tapi rasa kantuk ternyata lebih kuat, saya pun tertidur pulas.
Belum sampai tepat tengah malam wita saya sudah sampai di kediaman nenek saya di Bali, tepatnya di Negara, kecamatan Mendoyo. Lagi-lagi saya dikalahkan oleh rasa kantuk yang luar biasa menyerang, dan tertidurlah seketika. Namun ternyata harus bangun jam 3 pagi buat makan sahur. sahur terakhir ramadhan 1431 H.

Skip saja sampai sore hari menjelang berbuka. Ada rasa depresi juga nih.. Lha kok? Ini soalnya sama sekali ngga ada feeling malem lebaran. Jangankan suara masjid berkumandang takbir, suara adzan saja tidak akan pernah terdengar. Maklum, desa nenek saya bukan kampung muslim, namun semangat toleransi tetap terjaga. Apa ini.. ingin mengumandangkan takbir juga ngga ada media yang pas. Malah lowongan anjing yang menyeru-nyeru bersahutan. Jadi malam lebaran kali ini saya lewati dengan perasaan depresi tak beraturan. Dan akhirnya..tertidur juga😀.

Lebaran, lebaraan.. Ayo kita sholat ied!  Kami sekeluarga sempat dibingungkan dengan jadwal sholat ied di Bali, jadi kami berusaha untuk berangkat pagi-pagi. Sepanjang perjalanan rasanya sepi-sepi saja,, ngga ada barengannya. Biasanya kan terlihat kerumunan warga berduyun-duyun seolah tertarik magnet ke sebuah lapangan atau masjid besar. Lengkap juga dengan atribut koran. sajadah, kadang ada pula yang bawa mainan anak. Momen tersebut juga tentu ladang bisnis bagi pedagang-pedagang balon, hha.. biasanya kalo sholat di alun-alun banyak yang jual balon sih..
Suasana tersebut berbeda dari ini yang di Bali, walaupun ada lapangan, tapi pusat aktivitas sholat ied memang di masjid-masjid. Baru di sekitar masjid terlihat kerumunan orang berduyun-duyun.. Wah, lega rasanya..hhe. Jam 7.15 wita sholat ied tepat dimulai..

Suasana bubaran sholat ied di sebuah masjid di Negara….

Walaupun jamaah sampai meluap keluar masjid, namun tak sampai memenuhi jalan…

Jangan tanyakan untuk makan ketupat atau open house di rumah setelah ini. Namun terlepas dari segala bumbu lebaran tersebut, lebaran tahun ini tetap bisa dimaknai bersama asalkan selalu masih ada keluarga yang ikut merayakan, ikut menyambut hari kemenangan ini. Happy Idul Fitri 1431 H🙂.


3 thoughts on “Lebaran di Bali

  1. selamat hari raya idul fitri,
    mohon maap lahir dan bathin,

    dengan modal ibadah selama bulan Ramadhan,
    kini saatnya kembali bekerja dengan hati yang baru,
    dengan perilaku yang baru yang lebih baik,
    semoga semakin semangat untuk bekerja kembali . . . .

    enak nih lebaran bisa sekalian libura di B A L I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s